Selasa, 09 Januari 2018

Karesidenan Banjoemas Selatan

Sejarah mencatat bahwa cilacap pernah menyandang tiga sebutan nama ibu kota. Yaitu Cilacap sebagai ibu kota distrik (Cilacap), Ibu kota afdeling atau regentschap Cilacap, dan pada tahun 1928 sebagai Residensi Banyumas Selatan.

Pada 1 Juli 1928 diumumkan pembaruan struktur pemerintahan di Jawa Tengah. Diantaranya karesidenan-karesidenan baru seperti Kedu dan Banyumas Utara, berdiri pula Karasidenan Banyumas Selatan dengan ibu kotanya di Cilacap.

Regentschap Cilacap berpenduduk orang Eropa 739, Cina&Arab 3256 dan pribumi 485.948 orang.
Setahun kemudian. Setelah pembentukan Karesidenan Banyumas Selatan terjadi depresi ekonomi. Dampaknya mempengaruhi anggaran belanja pemerintah kolonial.

Pada 1930, pemerintahan Banyumas Selatan ini kemudian digabung kembali dengan Banyumas Utara menjadi Karesidenan Banyumas.



#sejarahcilacap
#belajarsejarah
#tjilatjaphistory
#banjoemas
#tjilatjap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar